Latest Article Get our latest posts by subscribing this site

Persitema berbenah mengahadapi putaran dua

Persitema Temanggung terus berbenah demi menghadapi putaran kedua kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia Juni mendatang. Klub berjuluk Skuad Ayam Cemani tersebut kini masih terperosok di dasar klasemen Grup 4 Divisi Utama. Melihat kondisi klub seperti itu, Manajer Persitema, Yunianto, segera melakukan pembenahan di beberapa lini tim.
Sri Widadi, pelatih pada putaran pertama lalu, terbukti gagal mengangkat performa tim yang bermaterikan mayoritas pemain lokal tersebut. Hanya memperoleh 2 poin dari seluruh laga putaran pertama membuat mantan asisten pelatih Persis Solo tersebut diberhentikan. Penggantinya adalah Yopie Riwoe yang merupakan mantan pemain Timnas Senior dan Persija Jakarta, didapuk oleh manajemen untuk menggantikan Sri Widadi.
Pelatih berlisensi A Nasional tersebut memiliki tugas berat yaitu menyelamatkan Persitema dari jurang degradasi. Mantan assisten pelatih Persisam Putra Samarinda ini langsung memimpin proses seleksi pemain. Tercatat beberapa nama dari luar daerah mengikuti proses seleksi ini. Salah satunya adalah Tomy Rifka, mantan pemain Semen Padang.
“Materi pemain cukup bagus jika dilihat dari proses seleksi ini, mayoritas pemain muda dan memiliki semangat yang tinggi. Semoga mereka bisa membawa Persitema lolos dari jurang degradasi,” ujar Ketua Umum TaSMania, Totok.
“TaSMania berharap pelatih baru dapat meningkatkan performa tim di putaran kedua nanti.” Totok menambahkan. (Bim)
sumber : fdsi

Perhatikan Kami, Pak Ketua Umum

Pertandingan melawan PSIR kemarin, Terlihat di tribun sepi penonton.
Sore ini, Selasa 29 April 2014 di sebuah kota kecil di lereng gunung sumbing dan Sindoro yaitu Temanggung sebenarnya sangat cerah bagi warganya. Tapi tidak dengan suasana di Stadion Bhumi Phala, yang entah kapan direnovasi oleh Pemkab Temanggung. Persitema Temanggung, klub (yang katanya) merupakan kebangaan bagi warganya, tidak lagi membuat masyarakat Temanggung tersenyum (nb: slogan Kab. temanggung adalah Temanggung Bersenyum). Lagi-lagi Persitema belum mampu mempersembahkan poin penuh di laga lanjutan Divisi Utama Liga Indonesia 2014. Disaksikan hanya ratusan orang, Persitema ditahan imbang oleh tamunya PSIR Rembang dengan skor 0-0. Menduduki peringkat kedua, dari bawah Grup 4 hanya unggul selisih gol dari Persipur Purwodadi.
Oke, skor akhir di sebuah pertandingan sepakbola memang hal yang biasa. Tetapi banyak masyarakat yang seperti kehilangan gairah untuk berduyun-duyun menyaksikan Persitema berlaga di kandang mereka. Beberapa musim terakhir, memang Persitema juga sering mengalami hasil yang kurang memuaskan di kandangnya. Skuad Ayam Cemani bahkan sering kesulitan jika berhadapan dengan klub besar seperti PSIS Semarang ataupun PSIM Jogja. Tapi saat itu, bisa dikatakan penonton di Stadion Bhumi Phala memenuhi kapasitas stadion.
Pertanyaan yang timbul saat ini adalah, mengapa gairah penonton menurun drastis dan performa Persitema anjlok? Sekedar informasi, Persitema ditekuk 1-3 di laga perdana melawan Persip Pekalongan, kalah 3-2 melawan PPSM Sakti Magelang di laga away, seri 2-2 melawan Persipur Purwodadi di kandang, dan seri 0-0 melawan PSIR Rembang di laga kandang. Faktor performa tim menjadi alasan utama kenapa pemasukan dari segi penonton untuk laga kandang musim ini menurun.
Lalu bagaimana itu bisa terjadi? Pertama, persiapan mepet yang hanya dilakukan selama 2 minggu sebelum kick-off laga perdana dimulai. Kenapa bisa mepet? Ketua Umum Persitema yang juga Bupati terpilih yang baru (seperti di klub sepakbola Indonesia pada umumnya, Kepala Daerah menjabat Ketum klub), dengan alasan sibuk urusan birokrasi tidak bisa mempersiapkan tim secara matang. Padahal beliau dulu saat kampanye Pilkada pernah berjanji akan membawa Persitema mencapai puncak prestasi tertinggi dan renovasi Stadion Bhumi Phala. Tetapi yang terjadi justru sebaliknya. Ada hal yang menggelitik yang informasinya penulis dapatkan dari sekitar klub, yaitu ketika salah seorang (sebut saja yang ikut mengurus tim dan pelaksanaan pertandingan) akan mengajukan perijinan dan sponsorhip ke Ketua Umum, dijawabnya dengan spontan: “Oh, (Persitema) jadi ikut (Div Utama) to mas?”.
Kedua, sudah menjadi rahasia umum bahwa yang selama ini sudah berkorban baik materiil maupun non materiil ialah Manajer Tim. Manajer Tim yang mengurus semua kebutuhan tim. Saking cintanya pada Persitema, hingga segala sesuatu di tim beliau yang tanggung semuanya dan beliau tidak pernah menghitung berapa pengeluaran dari kantong pribadinya.
Ketiga, fungsi Ketua Umum yang tidak dijalankan dengan semestinya. Ketika tim sedang dilanda masalah, terutama masalah keuangan, beliau tidak juga “turun gunung”. Ada beberapa masalah di kalangan suporter ketika akan mendukung langsung di stadion yang belum perlu penulis sampaikan di sini dan sudah menjadi isu regional. Ketua Umum tak juga ikut turun.
Lalu bagaimana nasib Persitema di kemudian hari, Pak Ketua Umum? Apakah anda akan diam saja ketika klub sepakbola kebanggaan masyarakat yang anda pimpin mengalami kehancuran? Semoga Bapak Ketua Umum dibalik “diam”-nya selama ini memiliki formula jitu untuk membangkitkan Persitema. Kalau pun kesibukan urusan birokrasi lebih mendesak untuk didahulukan, maka dengan segala hormat dan ucapan terima kasih atas jasa-jasa bapak selama menjadi Ketua Umum Persitema, maka posisi bapak di klub saat ini lebih bijaksana jika bapak “hibahkan” ke seseorang yang lebih meiliki waktu yang cukup untuk memikirkan klub.
Tujuannya bukan untuk keuntungan penulis pribadi pak, bukan untuk anda seorang, bukan untuk orang lain, tetapi untuk masyarakat Temanggung yang anda pimpin saat ini. Persitema sudah menjadi jiwa kami. Sudah menjadi identitas kami.  Tolong, Perhatikan Kami Pak Ketua Umum..

Penulis adalah salah satu suporter Persitema Temanggung.
Twitter: @BimoSasongkoo

sumber : kompasiana.com

Pesitema Tumbang Di Kandang

 Persitema Kabupaten Temanggung mengawali laga pada Divisi Utama PT Liga Indonesia dengan kekalahan, Selasa (15/4/2014). Bermain di publik sendiri, Stadion Bhumi Phala, kesebelasan kebanggaan 'wong Temanggung' itu digelontor 3 gol oleh Persip Pekalongan. Kiper Roma Surya pun dengan lesu memungut bola dari
jalannya. 

Dua gol Persip Pekalongan dilesakkan Siaka Dembele pada menit ke-17 dan menit ke-55 dan satu gol dari Salia Sanau pada menit ke-70. Sedangkan gol hiburan Persitema tercipta pada menit ke 47 melalui tendangan bebas Arin Kusmanto dari luar kotak pinalti.

Pada pertandingan  yang dipimpin wasit Masudin dari Solo itu, sejak awal babak pertama hingga akhir Persip Pekalongan menguasai jalannya permainan. Dengan apik skuad Laskar Kalong mendikte permainan.

Hal ini membuat para pemain Persitema frustasi sehingga cenderung bermain kasar. Tak urung pemain Persitema Didik Darmadi dihadiahi kartu kuning karena men-tackling pemain lawan, demikian halnya dengan pemain Persip Pekalongan Hersan Masihor yang dikartu kuning karena melanggar pemain lawan, setelah terprofokasi pemain Persitema. 

Pelatih Persip, Sugeng W  mengaku  pada babak pertama memang menginstruksikan pada anak asuhnya untuk berhati-hati karena main di kandang lawan. Namun, pada babak kedua pemain instruksikan berani aktif menyerang dan hasilnya berhasil menambah dua gol. "Satu gol di babak pertama dan dua gol di babak kedua, itu sangat bagus dan meraih
target," katanya. 

Dikatakan ada beberapa kelemahan Pekalongan terutama pemain belakang. Untuk itu akan segera diperbaiki sebelum melawan PSIS Semarang pada pertandingan berikutnya. 

Pelatih persitema Sri Widadi, mengatakan, kekalahan anak asuhnya karena kurang persiapan. Persiapan maksimal hanya sekitar dua pekan setelah pembentukan tim. "Terus terang Persitema kurang persiapan dan belum pernah melakukan ujicoba dengan tim yang selevel," katanya.

Disampaikan sebenarnya pada pertandingan ini anak-anak Persitema telah bermain maksimal tetapi belum bisa membuahkan hasil. Ke depan akan terus memperbaiki kekurangan dengan memaksimalkan pemain yang ada. 

sumber : krjogja.com

Head to Head Pertemuan Persitema Dengan Persip


Laga putaran pertama Persitema tumbang atas Persip Pekalongan
pada 23 Februari 2013 musim kemarin. 

[Head To Head]

11/Mar/2012 Persip 3-1 Persitema (Divisi Utama 2011/2012)
02/Apr/2012 Persitema 1-0 Persip (Divisi Utama 2011/2012)
23/Feb/2013 Persip 1-0 Persitema (Divisi Utama 2012/2013)
11/Jun/2013 Persitema 4-0 Persip (Divisi Utama 2012/2013)


Lawan Persip Kota Pekalongan, Persitema Ingin Amankan Point Kandang

Persitema kalah atas tuan rumah Persip Kota pekalongan musim kemarin
di Stadion Kota Batik.
Persitema Kabupaten Temanggung bertekad mengamankan poin penuh pada laga perdana melawan Persip Pekalongan di Stadion Bhumi Phala Temanggung, Selasa (15/04/2014) mendatang.

Manajer Persitema Temanggung Yunianto Minggu (13/04/2014) mengatakan Persitema tetap percaya diri bisa menang kandang pada laga versus Persip Pekalongan, kendati tanpa diperkuat pemain asing. " Kesolidan Persitema yang selama ini telah baik akan diuji ketika bertanding dengan Persip yang diperkuat pemain asing," katanya.

Dikemukakan, Deni Nurdiansyah dan kawan-kawan akan bermain habis-habisan, menunjukkan yang terbaik, terlebih bermain di publik sendiri yang disaksikan ribuan sporter fanatik Persitema mania, yang tentu mendongkrak semangat bermain.

Pelatih Persitema Temanggung, Sri Widadi, mengatakan, secara umum kualitas skuad Persitema sudah bagus, dan pola kerja sama yang selama ini terkadang kurang padu sudah mulai membaik. " Secara individu tidak ada persoalan. Hanya soal bagaimana mereka bisa bekerjasama antar individu dan lini yang harus terus diperbaiki," terangnya.

Mantan Asisten Pelatih Persis Solo ini, mengatakan Persitema telah cukup mampu menata mental dengan baik. Sebab, sebagian besar pemain merupakan yang memperkuat tim pada musim-musim sebelumnya.

sumber : krjogja.com

Persitema Gilas Gapero 5-0

Hasil positif diraih skuad laskar bambu runcing Persitema Temanggung. Persitema menumbangkan Gapero FC 5-0, di Stadion Bumi Phala, Temanggung, sore kemarin.

Pada laga ini, Sumaryanto (Gambir) menjadi bintang. Pemain kelahiran Kabupaten Semarang itu mencetak hattrick. Adapun dua gol lainnya dilesakkan El Capitano Deni Nurdiansyah. Tidak sulit bagi Laskar Bambu Runcing untuk membongkat pertahanan Gapero Fc. Pemain lawan yang didominasi pemain tarkam seakan tampil tanpa semangat. Hal itu pun dimanfaatkan dengan maksimal oleh Deni Nurdiansyah dkk. Sampai hampir tidak ada gangguan yang mengancam gawang Persitema yang dikawal Roma pada babak pertama. ”Melawan Gapero FC masih dalam tahap seleksi dan konsep bermain anak-anak sudah bagus. Mereka sudah menjalankan yang saya inginkan.

KitLec Indonesia menjadi Official Apparel Persitema

Kitlec Indonesia bakal mensupport kebutuhan jersey Persitema Temanggung pada musim kompetisi 2014/2015. Kepastian ini didapat melalui akun Kitlec Indonesia di akun twitter @KITLECINDONESIA yang menyebut baru proses pembuatan jersey home Persitema.

Dilain sisi, menajemen Persitema sendiri masih disibukkan dengan agenda yang entah kapan selesai, sehingga dalam mengefixkan model apa yang cocok untuk mewakili ciri warga temanggung di jersey yang akan di produksi sampai saat ini belum ada keputusan.

Sementara kompetisi akan di mulai pada tanggal 15 April nanti, yang akan digelar di kandang Persitema Temanggung, Stadion Bambu Runcing menjamu Persip Kota Pekalongan.

 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. TASMANIA CYBER - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger